Sabtu, 02 Juli 2011

Sebuah kata maaf (part 1)

“sampai jumpa” katanya
  Aku terdiam
“dag” katanya sambil melambaikan tangan
Aku terdiam
Lalu ia pergi berlari di tengah hutan
Aku spontan berlari mengejarnya
“TUNGGU”teriakku
Tapi percuma dia sudah hilang….
Dan aku  terjatuh dari kasur, aku terbangun dari tidurku, itu kali ketiga aku memimpikan mimpi itu. Mimpi itu seakan menerorku."aneh" fikirku

Namaku Nadia barusan aku memimpikan sebut saja sahabatku namanya Lila, karena suatu kejadian  sekarang aku jarang bahkan tak pernah bersama dia lalu tiba tiba aku memimpikannya terus tiga kali untuk saat ini. 

“Nadia”panggil mama sembari masuk kamarku
“ya”kataku lemas
“kamu kenapa?mimpi buruk?”kata mama
Akupun mengangguk
“Lila lagi?” kata mama
Aku mengagguk
“Nad mungkin ini pertanda kamu harus maafin dia”kata mama
Aku tersenyum kecut 
“Nad besok temui dia di sekolah ajak dia bicara”kata mama
“dia aja enggak pernah minta maaf masa tiba tiba aku nyamperin terus ngobrol? gak lucu”kataku ketus
“mungkin dia enggak berani”kata mama
Aku terdiam
"haha" tawku mengambang
“Nad terkadang kita harus memaaafkan dahulu”kata mama
“besok kamu harus temui dia bagaimana jika mimpi ini pertanda dari Tuhan?”kata mama
Aku cemberut
“temui Lila jika enggak masalah ini mama bilangin papa” ancam mama
“mama apaan sih gitu mulu aku bukan anak kecil” kataku
“iya biarin aja biar papa yang nyelesain masalah ini”kata mama
“iya iya besok aku temuin” kataku asal
Esok harinya…
“ingat nanti kamu nanti temuin Lila ya?” kata mama sewaktu mengantarku
“iye”kataku

Sesampainya di kelas aku melihat Lila 'DEG' jantungku seakan gitu aku teringat kata kata mama dan aku bermaksud menghampirinya tetapi ada semacam penghalang yang bersuara “udah deh dia yang salah kalau gitu kamu enggak nglatih dia”
Aku pikir aku bisa melakukannya tapi ini sulit akhirnya aku menunda berbicara dengannya lagipula dia yang salah "besok aja" fikirku
Namun hal itu terus menerus terulang sampai seminggu aku tidak bisa melakukannya.

“Nad udah ngomong sama Lila?”kata Mama suatu ketika
“Belum” kataku
“belum?”kata mama
“gak sempat”kataku asal
“gak sempat selama seminggu? haha” olok mama
“ma udah deh cepat atau lambat aku pasti baikan” kataku

Tak lama mimpi itu terulang lagi Lila pergi dan aku berusaha mengejarnya,kali keempat aku memimpikannya ini aku terbangun dengan ngos  ngosan seperti sehabis olahraga, it drive me insane

“ma aku mimpi lagi”kataku di waktu sarapan
“hmm terus kamu udah baikan ma Lila?”kata mama
“Belum”kataku
“ini pasti karena kamu belum maafin dia” kata mama
“ma jangan mulai deh lagipula udah maafin dia tapi buat kembali seperti dulu itu susah” kataku
“susah gimana?”kata mama
“seorang sahabat seharusnya tidak membenci sahabatnya”tambahnya
“hih, mulai deh, kan dia sibuk ma ingat dia adalah ketua OSIS ingat? KETUA OSIS!!”kataku sambil segera pergi meninggalkan meja makan

Ketika aku mulai meratapi semuanya di kamar aku merasakan mama masuk kamarku

"kamu ini kenapa? tiap bahas ini mesti kamu kaya gitu" kata mama
aku terdiam sesaat"
"apa mama gak paham apa?" kataku 
“Oh, remaja" ledek mama
"Mama akan bilang papa tentang masalah ini,jika kamu enggak segera baikan gimana?”kata mama
“hah iya bilang aja”
“terus papa akan menelpon mereka mengajak makan bersama keluarga Lila dan aku diajak damai sama Lila?”
“aku bukan anak kecil itu semua percuma Ma..” kataku dengan berapi api
“hah percuma gimana?”kata mama suara agak meninggi
“jelas percuma Ma karena saat di sekolah, aku yang tahu apa yang kulakukan papa maupun mama enggak tahu”kataku
“tapi itu menyelesaikan kan?”kata mama
“Ma aku benci metode ini selain membuatku malu itu membuatku harus berakting”kataku
“tapi itu membuatmu berdamai dengan Dhita”kata mama
“tapi ketika di sekolah kami akrab lagi itu butuh waktu ma dan mama tau ini kasusnya beda Ma beda” kataku sambil terisak
“ini enggak sekedar salah paham” kataku
mama terdiam sejenak
“tetap saja mama paham mungkin kamu kecewa sebel marah tapi itu sudah lama sekali” kata mama
“mama, masih jelas di dalam memoriku bagaimana dia melakukannya......."
memoriku menuju kejadian itu lagi kejadian yang paling aku benci untuk diingat

                                                                                                                                   To be continued...

 
Copyright 2009 note of eunike. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Blogspot Templates From Wordpress by Wpthemesfree