Tujuan hidup sendiri menurutku apa yang menjadi pemikiranku di masa depan >berat< atau apa yang ada di anganku. Pemikiranku di masa depan aku belum tau pasti tapi yang ada di pemikiranku saat ini simple aja kebimbanganku di jurusan bahasa IPA dan IPS, jurusan jurusan di SMA.
My dream mungkin di bahasa jangan tanya kenapa , aku juga kadang bingung tapi itulah mimpiku, sejak kecil aku sudah memutuskan besok SMA aku masuk jurusan bahasa berhubung ibuku guru SMA jadi sejak kecil aku sudah tahu sedikit seluk beluk jurusan di SMA.
Oke aku, seorang anak kecil yang mungil itu tumbuh menjadi remaja yang mulai mempedulikan anugerah Tuhan , telinga
tentang mimpiku ada yang bilang
"bahasa? mau jadi apa?"
"bahasa? jurusan di kuliah kecil"
"lapangan pekerjaan kecil"
aku tetap kuat bersama teman temanku yang mendukungku
"Ya, aku mau masuk bahasa ntar bareng Ya?"
"oke Ya, aku ikut kamu ke bahasa"
"aku juga suka bahasa"
Namun satu persatu mereka pergi
"maaf Ya aku disuruh ortu ke IPA"
"aku takut susah dapet kuliah aku mau masuk IPS"
"maaf"
Dan aku rapuh sangat rapuh tak ada pegangan
Aku sangat sering bercerita pada banyak orang tapi mereka tidak benar benar mendengarkan .
Dan, aku mulai memikirkan masa depan.
IPA
Yap, mungkin aku akan jadi murid yang dipenuhi buku dan masa depanku entahlah bisa jadi dokter atau ilmuan tak pernah ada di pikiranku.
IPS
IPS mungkin aku akan dipenuhi banyak hafalan dan masa depanku entahlah mungkin aku bisa jadi presiden?
BAHASA
Setiap aku memikirkannya aku teringat masa kecilku membayangkan seorang anak kecil berwajah polos berkata "Bu aku mau masuk bahasa" dan untungnya ortu selalu dukung kemana aku berlanjut. Nilai tertinggiku dari kecil memang bidang bahasa, untuk cita cita entahlah namun aku suka menulis.
Oh Tuhan akankah impianku hilang hanya karena omongan orang NO WAY
aku mulai bangkit meyakinkan diri membangun semua pondasi yang sudah kuhancurkan dengan paluku sendiri. Pondasi itu semakin tinggi walau kadang aku menghancurkan pondasiku tapi aku tak bosan membangunnya lagi.
Kisahku belum berhenti pondasi itu sudah lama tak kuberi tambahan kubiarkan begitu saja. Namun
suatu saat di toko buku aku berada di rak bagian bahasa dan sastra....
"cari buku apa dek?" kata seseorang
"ooh suka bahasa ya?" kata orang itu
"hehe"jawabku
"masuk sastra dong" kata orang itu yakin
perkataan orang itu meyakinkanku aku baru bertemu orang itu hari itu aku tidak mengenalnya tapi orang itu begitu yakin atau setidaknya meyakinkanku.
Pondasiku semakin tinggi dan tinggi sampai saat ini, aku putuskan untuk menjaganya dengan sangat sebesar apa angin menerpanya, pondasi selalu kuat.
well, aku pikir itulah pemikiranku tentang my life destiny dan sekarang aku sudah yakin my life destiny yang ada di anganku, aku sudah memutuskan untuk mengejar mimpiku, Terus berlari sampai di garis finish walau aku tahu mereka mengolok olokku dan melempariku aku akan terus berlari mencapai my life destiny :)
how about you?
:)


